Pemerintah Percepat Proyek PSEL Tangsel untuk Dorong Energi Bersih

Newslatter
Pemerintah Percepat Proyek PSEL Tangsel untuk Dorong Energi Bersih

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah sebagai bagian dari agenda energi bersih nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa percepatan proyek PSEL juga menjadi peluang untuk menyelaraskan kebijakan pengelolaan sampah dengan strategi transisi energi. Ia menyebut PSEL Tangerang Selatan sebagai salah satu proyek prioritas yang dinilai telah memenuhi persyaratan teknis, seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah, sehingga dinilai siap memasuki tahap pembangunan.

Dukungan serupa disampaikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan Cipeucang sebagai lokasi proyek serta melengkapi fasilitas pendukung, termasuk 27 armada truk pengangkut sampah yang akan terus ditambah sesuai kebutuhan. Benyamin menegaskan bahwa PSEL merupakan solusi jangka panjang untuk persoalan sampah, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi kawasan.

Di sisi pelaksana, PT Indoplas Energy Hijau (IEH), anak usaha OASA, bersama mitranya PT Indoplas Tianying Energy, menyatakan kesiapan teknis untuk memulai konstruksi. Proyek PSEL Tangsel dirancang dengan kapasitas pengolahan hingga 1.100 ton sampah per hari dan potensi produksi listrik mencapai 23–25 MW. Teknologi utama akan mengacu pada sistem milik China Tianying (CNTY), perusahaan yang telah berpengalaman dalam membangun fasilitas WtE berskala besar di berbagai negara.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra teknologi ini diharapkan mempercepat realisasi proyek strategis tersebut. Jika berjalan sesuai rencana, PSEL Tangerang Selatan dapat menjadi model penting bagi pengembangan fasilitas waste-to-energy lainnya di Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem energi hijau nasional.