Morris Capital Tambah Kepemilikan Saham PIPA, Komitmen Investasi Berlanjut

Kabar Emiten
Morris Capital Tambah Kepemilikan Saham PIPA, Komitmen Investasi Berlanjut

PT Morris Capital Indonesia (MCI) kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang saham utama di PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melalui aksi pembelian saham terbaru. Langkah ini dilakukan pada 24 November 2025 dan menjadi sinyal lanjutan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada strategi pengembangan jangka panjang PIPA. Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepemilikan Morris Capital meningkat dari 1,708 miliar lembar (49,86%) menjadi 1,710 miliar lembar saham atau setara 49,92%.

Direktur Utama MCI, Noprian Fadli, menjelaskan bahwa tambahan kepemilikan ini berasal dari pembelian dua juta lembar saham PIPA dalam dua tahap, masing-masing satu juta lembar pada harga Rp290 dan Rp300 per saham. Ia menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut murni dilakukan untuk tujuan investasi, dan seluruh kepemilikan saham dicatat sebagai kepemilikan langsung. Langkah ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pelaporan sebagaimana diatur dalam POJK No.4 Tahun 2024.

Aksi penambahan saham ini bukan yang pertama dilakukan pada November 2025. Empat hari sebelumnya, Morris Capital juga tercatat membeli 33,65 juta lembar saham PIPA dengan harga Rp300 per saham, sehingga secara bertahap memperbesar porsi kepemilikannya. Kenaikan porsi kepemilikan ini beriringan dengan proses resmi MCI sebagai pengendali baru PIPA setelah menandatangani CSPA dengan pemegang saham sebelumnya untuk mengambil alih 43,78% saham perseroan.

Sebagai pengendali baru, MCI juga telah menyampaikan rencana pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atas hingga 1,626 miliar lembar saham, sesuai ketentuan POJK No.9/2018. Apabila seluruh proses tender terserap maksimal, kepemilikan Morris Capital di PIPA dapat mencapai 96,35% dari total modal disetor. Langkah agresif ini mencerminkan strategi MCI untuk membangun fondasi kepemilikan yang solid sekaligus memperkuat arah pengembangan bisnis PIPA ke depan.