OASA Siap Masuk Bisnis Waste to Energy, Saham Terbang
Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) kembali menguat pada perdagangan Jumat (21/11/2025), didorong rencana perseroan bergabung dalam konsorsium proyek waste-to-energy (WtE) bersama Grandblue Environment. Konsorsium tersebut mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Langkah ini mempertegas ambisi OASA untuk memperluas portofolio ke sektor energi hijau yang tengah menjadi fokus pemerintah dan investor.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat, pada pukul 10.11 WIB saham OASA naik 4,24% ke level Rp246 dengan nilai transaksi Rp23,80 miliar. Sehari sebelumnya, saham ini juga menguat 9,26%, sehingga kenaikan dua hari beruntun kembali membuka peluang pemulihan tren positif. Analis BRI Danareksa menilai penguatan harga saham sejalan dengan strategi jangka panjang OASA untuk masuk lebih dalam ke sektor WtE, meski realisasi proyek masih bergantung pada revisi regulasi terkait pengolahan sampah menjadi energi.
Meski rencana konsorsium sudah diungkapkan, OASA menegaskan masih menunggu kepastian aturan sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Regulasi menjadi penentu utama, mengingat proyek WtE berskala besar harus selaras dengan kebijakan energi nasional. BRI Danareksa mengingatkan bahwa ketidakpastian regulasi bisa berdampak pada timeline proyek. Namun, dari sisi teknikal, pergerakan saham OASA menunjukkan potensi pembentukan pola cup and handle, yang menjadi indikasi peluang penguatan lanjutan.
Jika harga saham mampu menembus dan bertahan di atas level Rp238, analis memperkirakan ruang kenaikan menuju resistance berikutnya di rentang Rp258–Rp288 kembali terbuka. Dengan momentum pasar yang mulai pulih dan fokus perusahaan terhadap energi terbarukan, OASA dinilai memiliki peluang memperkuat posisinya sebagai salah satu emiten yang serius mendorong pengembangan teknologi WtE di Indonesia.