๐ด CPO
Produksi CPO Indonesia diprediksi turun karena El Niรฑo.
Tapi kebutuhan CPO naik gara-gara program B50.
Supply makin ketat โ harga CPO berpotensi tetap tinggi.
Ini positif buat emiten sawit seperti TAPG, DSNG, AALI, LSIP, SSMS.
โ ๏ธ Minusnya: harga CPO naik = biaya biodiesel B50 ikut naik.
Jadi sektor sawit masih positif, tapi B50 perlu dipantau karena bisa jadi beban pemerintah.
๐ฆ Bank Besar
Laba 4 bank besar masih tumbuh 13% YoY.
Masalahnya sekarang bukan kredit, tapi margin bank mulai kecekik.
Cost of fund naik โ NIM turun.
BMRI & BBNI sampai memangkas target NIM 2026.
BBRI & BBCA masih tahan, belum potong target NIM.
Kredit masih tumbuh 12%, jadi bisnis bank sebenarnya masih oke.
Kesimpulan: sektor bank netral sampai sedikit negatif jangka pendek.
Yang perlu dipantau: CASA, cost of fund, dan NIM 3Q26.
๐ Kabel Laut
Pemerintah mau memperkuat perlindungan kabel laut.
Kabel laut Indonesia panjangnya sekitar 131 ribu km.
Sekitar 99% trafik data nasional lewat kabel ini.
Kalau perlindungan makin bagus โ risiko kabel putus, downtime, dan biaya perbaikan bisa turun.
Ini relevan buat emiten telekomunikasi yang punya jaringan kabel laut/backbone.
Belum ada aturan baru yang pasti, jadi masih tahap pembahasan.
๐จ POLI
POLI mau bawa hotel Baymont by Wyndham pertama di Indonesia & Asia Tenggara.
Targetnya pasar hotel mid-scale.
Positif karena bisa bantu perluas bisnis hotel POLI.
Tapi belum tahu lokasi, jumlah kamar, investasi, dll.
Jadi untuk sekarang: katalis jangka menengah, belum bisa dihitung dampak labanya.
๐๏ธ ADHI
Kontrak baru ADHI Rp8,3 T sampai Juli 2026.
Naik 118% YoY dari sekitar Rp3,8 T.
Mayoritas proyek non-JO, jadi lebih langsung masuk pendapatan ADHI.
Sekitar 70% proyek dari pemerintah.
Positif buat prospek pendapatan.
Tapi kontrak gede belum tentu laba & cash flow langsung gede.
Tetap lihat margin proyek + kecepatan pengerjaan + pembayaran pemerintah.
๐ฆ BBRI
Kredit BBRI ngebut 16,2% YoY jadi Rp1.646 T.
Laba naik 17,5% jadi Rp31,2 T.
Kredit korporasi & komersial lagi kenceng.
Kualitas kredit juga membaik, NPL turun ke 2,9%.
BBRI masih mempertahankan target NIM.
Jadi BBRI termasuk bank yang performanya cukup kuat.
Ada peluang target pertumbuhan kredit 2026 dinaikkan ke 8โ10%.
๐ VKTR
VKTR berpotensi dapat pendanaan sampai Rp2 T dari Danantara.
Duitnya buat ekspansi bus & truk listrik / MaaS.
Ada opsi pendanaan dikonversi jadi saham.
Kalau deal jadi โ VKTR punya amunisi duit lebih gede buat ekspansi.
Tapi masih tahap awal + due diligence, belum final.
๐ GRPM
Rencana pengambilalihan GRPM diperpanjang sampai 31 Desember 2026.
Negosiasi dengan calon pengendali baru belum kelar.
Artinya aksi takeover masih hidup, tapi molor.
Belum ada dampak material ke bisnis GRPM.
Yang ditunggu: definitive agreement, harga saham, jadwal transaksi, dan tender offer.
๐ฐ ERAA
ERAA mau buyback saham sampai Rp500 M.
Periode 4 Septemberโ4 Desember 2026.
Maksimal buyback 5% saham.
Positifnya, perusahaan menunjukkan bisnis masih tumbuh sambil balikin modal ke pemegang saham.
Erablue juga masih ekspansi kenceng.
Yang penting: lihat berapa banyak saham yang benar-benar dibuyback dan sisa cash setelahnya.
๐ชต BLES
BLES target pendapatan 2026 Rp1,65 T.
Target laba Rp155 M.
Baru 1H26, laba sudah Rp147 M atau 95% target setahun. ๐ฅ
Kapasitas pabrik masih belum maksimal, utilisasi sekitar 60โ70%.
Jadi masih bisa naikin produksi tanpa bangun pabrik baru.
Ini bisa jadi sumber pertumbuhan BLES ke depan.
Tapi tetap pantau harga jual, volume, biaya bahan baku & margin.