SINI
SINI jual 54% saham anak usaha Interkayu Nusantara (IKN) senilai Rp31,8 M.
Jadi ini aksi divestasi, bukan ekspansi baru.
Nilainya relatif kecil dan transaksi disebut bukan transaksi material.
Sentimen: netral cenderung positif tipis, karena ada tambahan dana/cash dan bisa bikin fokus bisnis lebih efisien.
MKNT
MKNT resmi dapat restu RUPSLB buat private placement sekitar Rp1,02 T.
Sebagian besar buat konversi utang, plus ada suntikan cash Rp200 M.
HBEH bakal jadi pengendali baru.
Bisnis juga berubah: sekarang masuk baja + tambak udang, dan nama jadi Remitra Global International.
Kabar bagusnya: ekuitas diharapkan balik positif. Tapi dilusi pemegang saham lama sangat besar.
Sentimen: positif fundamental, tapi dilusi = risiko gede.
PTRO
Pefindo pertahankan rating PTRO di idA+ dengan outlook stabil.
Apalagi PTRO lagi agresif garap kontrak tambang.
Sentimen: positif.
BBCA / BMRI / BBRI / BBNI
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu menggantikan Purbaya.
Pasar merespons positif โ big banks kompak naik.
BBRI +3,98%, BBNI +3,20%, BBCA +2,77%, BMRI +1,83% pada 14 September.
Intinya pasar melihat ketidakpastian fiskal agak reda.
Tapi jangan langsung dianggap bakal reli panjang; fundamental kredit, NIM, NPL, BI Rate, dan asing tetap harus dilihat.
Sentimen: positif jangka pendek.
IMPC
Pengendali Tunggal Jaya Investama borong lagi 4,76 juta saham IMPC.
Nilai pembelian sekitar Rp7,84 M.
Kepemilikan naik dari 38,39% โ 38,41%.
Sentimen: positif, walau nominalnya belum terlalu besar dibanding ukuran IMPC.
AMMN
AMMN disebut sebagai salah satu pasangan utama dengan BRMS dalam tema emas.
Keduanya sama-sama punya exposure ke komoditas emas, jadi kalau harga emas terus kuat, sektor ini bisa tetap jadi perhatian pasar.
AMMN lebih ke produksi/operasi tambang besar, BRMS ke cerita pertumbuhan produksi emas.
Sentimen: positif untuk tema emas, tapi tetap sensitif sama harga emas dan ekspektasi produksi.
BRMS
Masih satu tema dengan AMMN: emas lagi jadi primadona.
BRMS punya cerita pertumbuhan produksi emas yang bisa bikin laba naik signifikan kalau produksi dan harga emas sama-sama mendukung.
Sentimen: positif/speculative bullish.
INET
INET mencatat pendapatan sekitar Rp926,4 M, melonjak hampir 2.000%.
Ini angka growth yang gila banget dibanding periode sebelumnya.
Sentimen: positif kuat.
TINS
Pendapatan 1H26 naik 146,9% โ Rp10,41 T.
Laba bersih meledak 804,7% โ Rp2,71 T.
Laba usaha bahkan naik 810,9%.
Motor utamanya bisnis timah, pendapatan segmen tambang mencapai Rp9,41 T.
Sentimen: sangat positif, karena bukan sekadar revenue naik, laba juga ikut ngegas.
DPUM
Rama Indonesia resmi jadi pengendali baru DPUM dengan kepemilikan 59,24%.
Rama Indonesia merupakan bagian dari Unirama Group, pemain distribusi/FMCG.
Harapannya ada sinergi di distribusi, supply chain, gudang, efisiensi, dan pemasaran.
Ada rencana capex Rp100 M dan target EBITDA tumbuh rata-rata 7,75% per tahun 2027โ2030.
Sentimen: positif, terutama karena ada pengendali baru + potensi transformasi bisnis.
MGLV
Boy Thohir lagi masuk/akumulasi MGLV dan melihat prospek infrastruktur digital + data center + AI.
Sentimen: positif/speculative.
AADI
Ini menarik: bisnis sewa PLTU 1 GW ke ADMR sudah mulai menghasilkan laba.
Q2 2026 saja kontribusinya sekitar US$22 juta.
UOB memperkirakan bisa jadi US$60 juta sepanjang 2026 dan sekitar US$80 juta pada 2027.
Jadi AADI sekarang punya tambahan sumber laba selain bisnis batubara.
Target harga UOB naik dari Rp10.900 ke Rp14.300.
Sentimen: positif kuat.
FORU
Ini transformasi ekstrem.
FORU yang tadinya bisnis media/periklanan mau berubah jadi holding tambang batu bara.
Dapat restu rights issue jumbo Rp27,1 T.
Sekitar Rp20,82 T dipakai untuk mengambil 49% Borneo Prima.
Sentimen: bullish spekulatif / high risk high return.
TOTL
TOTL makin serius masuk ke proyek data center.
Pipeline data center sudah sekitar Rp5,8 T.
Ini menarik karena kebutuhan data center Indonesia lagi berkembang seiring AI/cloud.
Sentimen: positif.