Saham INCO Jadi Pilihan Utama Sektor Logam, Didukung Fundamental Kuat dan Proyek Nikel Strategis
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, dinilai menjadi salah satu saham unggulan di sektor logam seiring dengan fundamental operasional yang solid dan prospek industri pertambangan yang tetap positif. Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, perseroan menegaskan bahwa kinerja INCO berada pada jalur pertumbuhan yang sehat di tengah dinamika pasar saham domestik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi, dalam riset tertanggal 2 September 2025, menyebut sektor logam sebagai salah satu sektor defensif yang mampu menjadi lindung nilai (hedge) di tengah volatilitas pasar. Mereka menilai valuasi pasar saham Indonesia yang relatif murah turut memberikan bantalan positif, ditopang ekspektasi pertumbuhan laba yang lebih kuat seiring percepatan belanja pemerintah dan peningkatan likuiditas.
BRI Danareksa merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp4.700 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 19,29% dari harga Rp3.940. Hingga awal September 2025, saham INCO telah menguat 8,84% secara year to date dan naik 11,93% dalam tiga bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp41,53 triliun.
Sentimen positif INCO turut diperkuat oleh keterlibatan perseroan dalam pengembangan proyek nikel strategis. Danantara Indonesia bersama GEM Limited menandatangani kesepakatan kerja sama untuk investasi fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) berkapasitas 66.000 ton nikel per tahun dengan nilai investasi US$1,42 miliar. Selain itu, persetujuan RKAB memungkinkan INCO menjual 2,2 juta ton bijih saprolite dari tambang Bahodopi mulai Juli 2025, yang diproyeksikan mendongkrak kinerja keuangan perseroan pada semester II/2025.