Kinerja INET 2025 Melonjak Tajam, Laba Meroket dan Perkuat Posisi sebagai Infrastruktur Digital

Kabar Emiten
Kinerja INET 2025 Melonjak Tajam, Laba Meroket dan Perkuat Posisi sebagai Infrastruktur Digital


Jakarta, Investrade.app - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan kinerja terbaik sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang sangat signifikan di seluruh lini bisnis.

Transformasi INET dari penyedia layanan internet (ISP) lokal menjadi grup infrastruktur digital terintegrasi terbukti memberikan hasil nyata. Kinerja keuangan yang impresif ini sekaligus mempertegas posisi INET sebagai salah satu pemain yang semakin diperhitungkan di industri digital Indonesia.


Pendapatan INET Melejit, Laba Tumbuh Eksponensial

Sepanjang tahun 2025, INET membukukan pendapatan neto sebesar Rp 91,82 miliar. Angka ini melonjak hingga 201% dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp 30,44 miliar. Lonjakan ini didorong oleh ekspansi layanan IP Transit ke pelanggan institusional serta kontribusi dari lini bisnis baru di bidang konstruksi infrastruktur jaringan.

Dari sisi profitabilitas, kinerja INET menunjukkan peningkatan yang sangat kuat. Gross margin naik menjadi 47,8% dari sebelumnya 35,7%, menghasilkan laba bruto sebesar Rp 43,89 miliar atau tumbuh 304% secara tahunan.

Kinerja operasional juga semakin efisien, tercermin dari laba usaha yang melonjak drastis menjadi Rp 30,32 miliar dibandingkan Rp 1,31 miliar pada tahun sebelumnya. EBIT margin pun meningkat signifikan menjadi 33,0%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola skala bisnis yang semakin besar.

Puncaknya, laba bersih INET yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 24,49 miliar. Angka ini meroket hingga 1.742% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,33 miliar. Bahkan, laba per saham dasar meningkat dari Rp 0,18 menjadi Rp 3,10, meskipun jumlah saham beredar bertambah akibat pelaksanaan waran.


Strategi Bisnis INET Berbuah Nyata

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen pembuktian atas strategi jangka panjang perusahaan. Infrastruktur, ekosistem anak usaha, serta kemitraan strategis yang telah dibangun sebelumnya kini mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Pertumbuhan laba yang sangat tinggi dinilai bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan dan pasar terhadap INET sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang.


Neraca Kuat, Likuiditas INET Semakin Solid

Selain mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, INET juga memperlihatkan penguatan dari sisi neraca. Total aset perusahaan per akhir 2025 mencapai Rp 760,37 miliar, meningkat 231% dibandingkan Rp 229,85 miliar pada tahun sebelumnya.

Kas dan setara kas melonjak drastis menjadi Rp 404,44 miliar dari Rp 61,91 miliar, menunjukkan posisi likuiditas yang sangat kuat untuk mendukung ekspansi ke depan. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi Rp 429,21 miliar dari Rp 215,87 miliar.

Rasio Net Debt to Equity juga membaik menjadi 17,07%, turun dari 22,20%, menandakan struktur permodalan INET semakin sehat dan konservatif.


Aksi Korporasi Perkuat Pertumbuhan INET

Sepanjang 2025, INET melakukan berbagai aksi korporasi strategis. Pelaksanaan Waran Seri I menghasilkan penerbitan lebih dari 2 miliar saham baru yang menyerap dana sebesar Rp 189,47 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Selain itu, INET juga telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD I). Melalui aksi ini, perusahaan berencana menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp 3,2 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan jaringan FTTH berbasis WiFi 7 di Bali dan Lombok, menyelesaikan pembayaran IRU kabel bawah laut, serta memperkuat ekosistem bisnis anak usaha.


Ekspansi Infrastruktur Jadi Motor Kinerja

Dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang, INET memperkuat infrastruktur digitalnya. Salah satu langkah strategis adalah pembayaran uang muka IRU kabel serat optik bawah laut sebesar Rp 48,51 miliar untuk rute Batam–Singapura, yang akan menjadi jalur penting konektivitas internasional.

Belanja modal juga meningkat signifikan menjadi Rp 44,75 miliar dari Rp 10,13 miliar pada tahun sebelumnya, seiring ekspansi jaringan yang agresif.

Selain itu, INET mendirikan PT Internet Anak Bangsa (IAB) sebagai entitas konstruksi telekomunikasi serta mengakuisisi hampir seluruh saham PT Garuda Prima Internetindo (GPI) guna memperluas cakupan layanan ISP.


Prospek INET ke Depan Semakin Menjanjikan

Komisaris Utama INET, Saripudin, menilai bahwa perusahaan tidak hanya tumbuh dari sisi ukuran, tetapi juga kualitas. Hal ini tercermin dari peningkatan margin, struktur keuangan yang sehat, serta portofolio aset yang semakin produktif.

Dengan dukungan aksi rights issue dan ekspansi infrastruktur yang masif, INET diyakini mampu naik ke level berikutnya sebagai pemain utama di industri infrastruktur digital Indonesia.