Proyek Kabel Bawah Laut Dorong INET Targetkan Pendapatan Tumbuh Dua Kali Lipat di 2026

Kabar Emiten
Proyek Kabel Bawah Laut Dorong INET Targetkan Pendapatan Tumbuh Dua Kali Lipat di 2026

PT Sinergi Inti Andal Prima Tbk (INET) optimistis kinerja perseroan pada 2026 akan melesat signifikan dengan target pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat. Keyakinan ini ditopang oleh proyek kabel bawah laut yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I/2026, sekaligus menjadi motor utama akselerasi bisnis INET ke depan.

Direktur Utama INET Muhammad Arif menjelaskan, pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 didorong oleh monetisasi aset yang baru berjalan efektif tahun ini. Ia menilai kontribusi terbesar justru akan terlihat pada 2026, seiring masuknya pendapatan baru dari proyek strategis. Jika kinerja kuartal IV/2025 melanjutkan tren positif, INET memperkirakan lonjakan pendapatan pada 2026 dapat mencapai ratusan persen dibandingkan tahun berjalan.

Salah satu penopang utama adalah proyek kabel bawah laut Jakarta–Singapura yang diproyeksikan rampung pada kuartal I/2026 dan mulai memberikan kontribusi pendapatan sejak kuartal II. Proyek ini memiliki kapasitas hingga 20.000 Gbps dengan potensi pendapatan sekitar Rp474 miliar per tahun serta target margin kotor di kisaran 50%–65%. INET juga mengklaim telah mengantongi anchor tenant strategis, dengan nilai investasi proyek mencapai Rp200–Rp300 miliar untuk masa utilisasi hingga 15 tahun.

Sebagai gambaran, sepanjang Januari–September 2025, INET membukukan pendapatan Rp68,60 miliar, melonjak sekitar 195% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,28 miliar. Dengan fondasi pertumbuhan tersebut dan realisasi proyek kabel bawah laut, INET memandang 2026 sebagai fase akselerasi kinerja yang jauh lebih agresif dan berkelanjutan.