Laba BUVA Melonjak 986,9% di Semester I/2025, Saham Naik 900% Sejak Awal Tahun

Newslatter
Laba BUVA Melonjak 986,9% di Semester I/2025, Saham Naik 900% Sejak Awal Tahun

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), emiten hotel dan resor milik Happy Hapsoro, mencatat lonjakan kinerja impresif pada semester I/2025. Perseroan berhasil membalikkan rugi Rp9,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi laba bersih Rp81,7 miliar, atau tumbuh 986,9% secara tahunan. Meski pendapatan hanya naik tipis 5,3% menjadi Rp166,1 miliar, kinerja positif ini menunjukkan adanya strategi bisnis yang lebih efektif dalam memaksimalkan aset yang dimiliki. Kontributor utama pendapatan BUVA masih berasal dari segmen hotel yang menyumbang Rp160,5 miliar, sedangkan segmen restoran menyumbang Rp5,6 miliar. Namun, dari sisi operasional, laba usaha turun 6,5% menjadi Rp23,4 miliar akibat kenaikan beban dan melemahnya pos pendapatan lain. Kendati demikian, BUVA tetap berhasil menggenjot kinerja keuangannya berkat kontribusi besar dari entitas asosiasi.

Berdasarkan laporan keuangan, BUVA mencatat laba Rp77,1 miliar dari entitas asosiasi, berbalik dari kerugian Rp9,5 miliar pada semester I/2024. Tiga entitas yang menopang kinerja tersebut adalah PT Kharisma Jawara Abadi (KJA) dengan kepemilikan 16,3%, PT Bukit Savanna Raya (BSR) dengan kepemilikan 50%, serta PT Mitra Banyuwangi Selaras (MBS) dengan kepemilikan 32,02%. Kontribusi signifikan dari ketiga perusahaan ini menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih BUVA hampir 1.000% pada paruh pertama 2025.

Pencapaian tersebut langsung disambut positif oleh pasar. Harga saham BUVA melonjak 7,4% ke Rp580 per lembar pada penutupan sesi I, Kamis (2/10), dan secara year-to-date sudah naik 900%. Tren kenaikan saham mulai terlihat sejak pertengahan Juli 2025, setelah persetujuan aksi rights issue sebesar 4,8 miliar lembar saham untuk ekspansi bisnis. Dari sisi kepemilikan, 74,9% saham BUVA dikuasai Happy Hapsoro—baik langsung 7,9% maupun melalui PT Nusantara Utama Investama 67%—sedangkan 25,1% dimiliki publik. Dengan capaian ini, BUVA menunjukkan ketahanan bisnis sekaligus prospek cerah di industri perhotelan dan resor.