Laba Archi Indonesia (ARCI) Melonjak ke US$71 Juta, Prospek Saham Kian Bersinar

Kabar Emiten
Laba Archi Indonesia (ARCI) Melonjak ke US$71 Juta, Prospek Saham Kian Bersinar

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), salah satu emiten tambang emas nasional, mencatatkan lonjakan kinerja signifikan hingga kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit per 30 September 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$71,09 juta, berbalik dari posisi rugi US$3,90 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan hingga 52,6% menjadi US$328,70 juta, serta peningkatan efisiensi operasional yang mendorong laba bruto melonjak hampir empat kali lipat menjadi US$142,80 juta.

Setelah dikurangi beban operasional dan administrasi, Archi mencatat laba usaha US$138,34 juta, jauh melampaui capaian tahun lalu sebesar US$26,50 juta. Sementara itu, laba sebelum pajak naik signifikan menjadi US$113,53 juta, dari rugi US$1,27 juta pada tahun sebelumnya. Dengan beban pajak sebesar US$42,44 juta, perseroan menutup sembilan bulan pertama 2025 dengan catatan kinerja yang solid dan prospek yang menjanjikan.

Optimisme pasar terhadap kinerja Archi turut tercermin dari revisi naik target harga saham oleh sejumlah sekuritas besar. Mandiri Sekuritas menaikkan target harga saham ARCI dari Rp1.400 menjadi Rp1.800 dengan rekomendasi beli, sejalan dengan revisi kenaikan laba bersih 2026 dan 2027 masing-masing sebesar +8,7% dan +24,4%. Sementara itu, UOB Kay Hian Sekuritas juga menaikkan target harga dari Rp1.280 menjadi Rp2.050, dengan proyeksi kenaikan rata-rata harga emas global ke US$3.400/oz pada 2025 dan US$3.800/oz pada 2026.

Kinerja impresif ini memperkuat posisi Archi Indonesia (ARCI) sebagai salah satu produsen emas terbesar di Tanah Air. Dengan efisiensi operasional yang semakin optimal dan dukungan tren kenaikan harga emas dunia, ARCI dinilai siap mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat nilai bagi para pemegang sahamnya di tahun-tahun mendatang.