IHSG menutup pekan di 5.896 anjlok 1.72% pada jumat (26/6) dan terkoreksi 4.55% sepanjang pekan

IHSG Hari Ini
IHSG menutup pekan di 5.896 anjlok 1.72% pada jumat (26/6) dan terkoreksi 4.55% sepanjang pekan

IHSG menutup pekan di 5.896 anjlok 1.72% pada jumat (26/6) dan terkoreksi 4.55% sepanjang pekan


Penurunan mingguan pertama setelah dua pekan menguat, sekaligus menembus dasar baru di bawah level terendah Mei (6.127) dan kapitalisasi pasar menyusut ke Rp 10.302 triliun dari Rp 10.788 triliun serta rata rata nilai transaksi harian turun hampir 30% menjadi Rp 17 triliun,

Mengeringnya transaksi ini melanjutkan tema yang kita bahas, untuk pertama kalinya turnover bener benar mendingin mendekati baseline dan bisa jadi ini gejala awal keletihan jual tapi sebagian juga karena efek kehati hatian seputar keputusan MSCI.


-Katalis penekan IHSG

  1. Outflow asing sekitar 6 Triliun,per juni tercatat total Rp 68.25 triliun saham yang paling dilepas asing big caps bank - BMRI,BBRI,KLBF,AMMN
  2. Namun di aset ruoiah ,dana asing justru masuk deras : asing masuk ke SRBI satu tahun dan obligasi pemerintah mencapai sekitar Rp 105 triliun sepanjang Juni, Hot money mengejar imbal hasil tinggi SRBI tapi belum mau kembali ke ekuitas (aset berisiko seperti saham),


-Katalis pekan depan (29 juni-3 juli)

  1. PMI manufaktur,neraca perdagangan dan inflasi indonesia akan di rilis pekan depan,inflasi juni akan diperkirakan 3.1% Yoy masih dalam target BI
  2. di Global pasar mencermati data tenaga kerja AS dan arah kebijakan the fed yang di perkirakan akan Hawkish.
  3. Positif domestik datang dari penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) hingga Rp 400 triliun di bank himbara berpotensi menjaga likuiditas dan penyaliran kredit ini katalis bagus untuk bank himbara dan melengkapi DHE
  4. Vonis MSCI yang kini bergeser ke november menghapus resiko biner jangka pendek tapi mengganti dengan ketidakpastian lima bulan kedepan.


Tekhnikal:


-Secara tekhnikal: pergerakan indeks terlihat berada dekat dengan di titik krusial 5.862, jika di hubungkan dengan arus modal asing yang mengalami capital outflow di konfirmasi oleh volume harian yang terus mengering serta indikator stockastic yang menunjukkan pelemahan kekuatan beli ada peluang indeks akan besar kemungkinan menembus level krusial tersebut,belum ada kekuatan pasti yang menghentikan laju downtrend indeks ,titik support tetap berada di area 5.800.

adanya katalis penempatan SAL yang berpotensi mengankat harga saham saham bank himbara ada ini bisa mengangkat IHSG dari kejatuhan ke area support

garis besarnya pada pekan ini IHSG akan mix dengan volatilitas cukup tinggi


  1. Sektor sektor potensial
  2. PERBANKAN
  3. PERKEBUNGAN / CPO di saat pelemahan rupiah sawit di untungkan
  4. Barang baku dan logam dan tambang


#Discclaimer On : artikel ini hanya bersifat edukasi dan tambahan wawasan bukan rekomendasi jual atau beli, keputusan ada di masing masing investor #DYOR