Setelah mengalami tekanan kuat dalam minggu lalu,bagaimana pergerakan IHSG pada minggu ini?

IHSG Hari Ini
Setelah mengalami tekanan kuat dalam minggu lalu,bagaimana pergerakan IHSG pada minggu ini?

View Pergerakan IHSG Mingguan, " Krisis Kepercayaan,Bukan krisis laba"


-Jakarta,Koreksi IHSG sepanjang 2026 bukan disebabkan memburuknya kinerja emiten,melainkan erosi kepercayaan investor,terutama Global terhadap kredibilitas kebijakan dan stabilitas rupiah.


IHSG menutup pekan di 5.594.77 anjlok 4.20% pada jumat (5/6),Memangkas kapitalisasi pasar bursa hingga 8.6% menjadi Rp 9.807 triliun dalam sepekan,sejak januari ,IHSG sudah terkoreksi sekitar sepertiga nilanya.

Anomali terletak pada divergensi tajam antara harga dan fundamentalnya dimana laba emiten justru tumbuh kuat,Implikasinya valuasi yang kini murah berisiko menjadi value trap selama dua jangka utama yaitu independensi bank sentra (BI) dan stabilisasi nilai tukar rupiah belum dipulihkan secara kredibel.


-Penyebab tekanan IHSG:

  1. Pemicu eksternal (Global)

-Rebalancing dan sikap MSCI : yang efektif 1 juni 2026,MSCI tidak menaikkan bobot indonesia,tidak menambah emiten,Membekukan kenaikan foreign inclusion factor,muncul wacana resiko downgrade ke frointier market,FTSE russell juga mendepata GOTO


2.Suku bunga AS dan dollar kuat

The fed mempertahankan bunga tinggi +dolar perkasa secara strukturan menarik dana keluar dari emerging market menuju aset yang dianggap lebih aman.


3.Selera resiko global menurun

Aset berisiko di emerging market kehilangan daya tarik, Indonesia menjadi salah satu pasar berkinerja terburuk dibanding indeks global utama YTD


*Pemicu domestik (dominan)

1.Revisi UU P2SK

  1. Kekhawatiran terganggunya independensi BI,OJK & LPS,sebagai pasar dinilai menggeser mendat BI ke agenda pertumbuhan dan memperbesar ruang evaluasi politik , disahkan saat pasar rapuh.

2.Rupiah tembus Rp 18.000

  1. DItutup Rp 18.049/US$,melewati era krisis finansial asia,memicu spekulasi RDG darurat BI di luar jadwal rutin 17-18 juni

3.Premi resiko kebijakan

  1. Ketidakjelasan arah kebijakan,isu DSI,serta rangkaian kasus hukum/korupsi menaikkan policy risk yang langsung dihargai pasar.

4.Pelebaranran defisit fiskal

  1. Defisit APBN sd mei 2026 melonjak ke Rp 180.4 triliun (0.7% PDB) dari Rp 20.9 triliun tahun lalu

5.Konsentrasi kepemilikan 9HSC)

  1. Saham konglomerasi berbobot besar dengan high shareholding concentration rentan terhadap perhitungan ulang free float dan aksi jual tajam.

# Dalam sepekan net sell asing sebesar Rp 7.39 triliun di pasar reguler,beberapa saham seperti BBCA.TLKM,TPIA.ANTM.


ANOMALI:


#TEKHNIKAL

  1. Struktur bearish dan belum ada tanda tanda pembalikan arah
  2. Berdasarkan wave,IHSG diperkirakan berada pada akhir wave V sehingga masih rawan melanjutkan pelemahan untuk menutup gap dan menguji area MA 200 bulanan, sinyal dead cross harga di bawah seluruh moving average dan volume distribusi yang kuat mengkonfirmasi dominasi tekanan jual
  3. Psikologi terdekat 5.500, resisten(1) 5.858 dan resisten middle 6.175-6.300
  4. Indikator oscilator tertekan dan mendekatiu junuh jual ekstrem berpotensi memicu tekhnikal rebound jangka pendek,tetapi di tengah downtrend kuat,pembalikan baru vali bila harga menembus ke aas 5.858 disertai volume


#Katalis Minggu Ini :

Cadangan devisa Mei Rilis 8 juni,Indeks kepercayaan konsumen Mei rilis 10 juni dan penjualan ritel april rilis 11 juni serta kepastian apakah BI menggelar RDG darurat semua akan menentukan arah jangka pendek.