RATU Bidik Ekspansi Besar, Analis Pasang Target Saham Rp20.000
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), perusahaan energi milik Happy Hapsoro suami Puan Maharani terus menunjukkan ambisi besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemain gas terintegrasi di Indonesia. Rencana ekspansi agresif melalui rangkaian akuisisi baru membuat sejumlah analis mulai memberikan proyeksi optimistis terhadap prospek saham RATU.
Samuel Sekuritas Indonesia menjadi salah satu pihak yang menyoroti potensi pertumbuhan RATU. Dalam riset terbarunya, analis Juan Harahap dan Fadhlan Banny menetapkan rekomendasi speculative buy dengan target harga mencapai Rp20.000 per saham. Proyeksi tersebut didasarkan pada potensi pertumbuhan laba berkelanjutan selama beberapa tahun mendatang, sejalan dengan rencana akuisisi berbagai blok migas yang tengah dipersiapkan perusahaan.
Masuknya RATU ke dalam MSCI Indonesia Small Cap Index pada rebalancing Agustus 2025 juga menjadi katalis positif. Sepanjang Agustus hingga November 2025, investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp208 miliar. Dengan bobot 0,2 persen di indeks tersebut, RATU diperkirakan dapat menarik dana hingga US$34 juta atau sekitar Rp573 miliar.
Meski demikian, analis menegaskan bahwa risiko tetap perlu diperhatikan, terutama jika harga minyak bergerak lebih rendah dari perkiraan atau jika terdapat potensi keterlambatan finalisasi akuisisi. RATU saat ini memiliki tujuh rencana akuisisi yang berada dalam pipeline untuk tiga tahun ke depan, dengan kisaran nilai transaksi mulai US$10 juta hingga US$150 juta per aset. Berdasarkan pembicaraan terbaru dengan manajemen, perusahaan menargetkan dua akuisisi dapat diselesaikan pada periode kuartal IV-2025 hingga semester I-2026.