Petrosea (PTRO) Catat Kenaikan Laba 142% per September 2025, Aset Naik Jadi USD1,39 Miliar
JAKARTA — PT Petrosea Tbk. (PTRO), perusahaan jasa pertambangan dan energi milik konglomerat Prajogo Pangestu, melaporkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III/2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD6,93 juta, tumbuh signifikan 142,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD2,86 juta. Meski demikian, laba per saham dasar tercatat menyusut menjadi USD0,0007 dari sebelumnya USD0,0029 per saham, seiring dengan perubahan struktur kepemilikan saham.
Dari sisi pendapatan, Petrosea membukukan penjualan sebesar USD603,84 juta, naik 18,42% dari USD509,91 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan aktivitas di sektor jasa pertambangan dan logistik energi. Namun, beban usaha langsung meningkat menjadi USD530,08 juta dari USD438,03 juta, sehingga margin laba kotor hanya naik tipis menjadi USD73,75 juta. Beban penjualan dan administrasi berhasil ditekan ke USD31,91 juta, turun dari USD39,35 juta, sementara beban keuangan melonjak menjadi USD35,28 juta akibat kenaikan biaya pendanaan.
Secara operasional, kinerja PTRO juga ditopang oleh peningkatan keuntungan lain-lain sebesar USD8,04 juta, berbalik dari kerugian USD2,2 juta pada tahun sebelumnya. Dengan efisiensi dan peningkatan pendapatan bunga menjadi USD2,21 juta, laba sebelum pajak perseroan naik menjadi USD11,27 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan USD4,71 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset Petrosea mencapai USD1,39 miliar, melonjak tajam dari posisi akhir 2024 sebesar USD867,26 juta. Liabilitas meningkat menjadi USD1,12 miliar, sedangkan ekuitas naik menjadi USD270,1 juta dari USD249,75 juta. Peningkatan aset dan modal ini mencerminkan langkah ekspansi agresif perseroan dalam memperkuat bisnis pertambangan dan infrastruktur energi di tengah momentum pertumbuhan sektor komoditas global.