Kinerja APLI Tumbang, Pendapatan Susut & Laba Turun 66%
Jakarta, Investrade.app - Kinerja PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) sepanjang tahun 2025 mengalami tekanan cukup dalam. Perseroan mencatat penurunan signifikan baik dari sisi laba maupun pendapatan, mencerminkan tantangan yang dihadapi sepanjang periode tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp5,63 miliar.
Angka ini turun tajam 66,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,97 miliar.
Penurunan laba tersebut berjalan seiring dengan kontraksi pendapatan. Sepanjang 2025, APLI membukukan pendapatan sebesar Rp300,47 miliar, turun 24,83 persen yoy dari Rp399,69 miliar pada periode sebelumnya.
Di sisi biaya, beban pokok penjualan juga mengalami penurunan sebesar 19,94 persen yoy menjadi Rp264,88 miliar dari Rp330,82 miliar. Meski demikian, penurunan ini belum cukup untuk menjaga margin keuntungan perusahaan.
Akibatnya, laba bruto tergerus cukup dalam, yakni turun 48,33 persen yoy menjadi Rp35,58 miliar dari Rp68,86 miliar. Tekanan kinerja juga terlihat pada level operasional, di mana laba usaha merosot 75,93 persen yoy menjadi Rp5,05 miliar dari Rp20,98 miliar.
Selanjutnya, laba sebelum pajak juga mengalami penurunan signifikan sebesar 69,33 persen yoy menjadi Rp6,98 miliar dari Rp22,75 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp470,63 miliar, naik tipis 1,30 persen yoy dibandingkan Rp464,60 miliar. Sementara itu, liabilitas turun 0,67 persen yoy menjadi Rp120,23 miliar dari Rp121,04 miliar.
Ekuitas menunjukkan peningkatan sebesar 1,89 persen yoy menjadi sekitar Rp350 miliar dari Rp343,5 miliar. Namun demikian, saldo defisit justru melebar menjadi Rp198,3 miliar dari Rp192,8 miliar.
Seiring dengan rilis laporan keuangan tahun buku 2025 tersebut, pergerakan saham APLI juga mengalami tekanan. Pada perdagangan Senin (30/3), saham APLI tercatat turun 7,26 persen atau melemah 18 poin ke level Rp230.
Secara keseluruhan, penurunan kinerja APLI sepanjang 2025 mencerminkan tekanan yang cukup berat, terutama dari sisi penurunan pendapatan yang berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan.