ENRG Siapkan Capex US$200 Juta untuk Akuisisi Migas 2026
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), bagian dari Grup Bakrie, mulai menyiapkan langkah ekspansi besar untuk tahun 2026. Perseroan menargetkan akuisisi sejumlah blok minyak dan gas baik di dalam maupun luar negeri, dengan alokasi belanja modal mencapai US$200 juta atau sekitar Rp3,3 triliun. Menurut Vice President Director ENRG, Edoardus A. Window, perusahaan kini berada pada tahap negosiasi dengan calon mitra strategis. Ia menyebut jumlah aset yang dibidik berada di bawah tiga blok, namun enggan mengungkapkan detail identitasnya.
Investasi tersebut merupakan bagian dari total capital expenditure ENRG senilai US$1,4 miliar yang dialokasikan untuk periode 2025–2030. Dana besar itu akan diarahkan untuk mendanai berbagai kegiatan eksplorasi maupun pengembangan aset migas eksisting. Rencana kerja jangka panjang tersebut mencakup pengeboran hampir 30 sumur eksplorasi, sekitar 130 sumur pengembangan, serta kegiatan pemeliharaan terhadap lebih dari 100 sumur guna menjaga tingkat produksi.
Edoardus menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan dalam enam tahun ke depan. Saat ini ENRG memproduksi sekitar 50 ribu barel ekuivalen minyak per hari, dan perusahaan menargetkan dapat menggandakan volume tersebut secara organik pada 2030. Selain pengembangan internal, perseroan juga membuka peluang pertumbuhan melalui akuisisi aset migas yang sudah berproduksi. Namun, besaran dana akuisisi disebut tidak bisa ditetapkan secara pasti mengingat setiap aset memiliki karakteristik serta valuasi berbeda.
Di tengah pengumuman rencana ekspansi tersebut, saham ENRG mencatat lonjakan signifikan. Pada perdagangan Senin (1/12), harga sahamnya ditutup menguat 21,32% ke level 1.195 per saham. Secara year-to-date, nilai saham perusahaan telah melesat lebih dari 419%, mencerminkan optimisme pasar terhadap arah pertumbuhan bisnis ENRG dalam beberapa tahun mendatang.