ELPI Jamin Aset Anak Usaha Demi Fasilitas Kredit Modal Kerja Total Rp 80 Miliar
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) mengumumkan keterbukaan informasi penting terkait penjaminan aset entitas anak Perseroan untuk kepentingan entitas yang memiliki Manajemen Kunci yang sama. Penjaminan ini dilakukan sehubungan dengan pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Tambahan KMK dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) kepada dua entitas terafiliasi, yaitu PT Eka Multi Bahari (EMB) dan PT Orela Shipyard (Orela). Fasilitas kredit yang disetujui Bank BNI (berdasarkan surat tertanggal 29 Oktober 2025) memiliki rincian total plafon yang signifikan. Untuk EMB, fasilitas baru terdiri dari Kredit Modal Kerja sebesar Rp5 miliar dan KMK Plafon Sublimited LC/SKBDN dan Treasury Line baru sebesar Rp15 miliar. Sementara untuk Orela, terdapat tambahan KMK Plafon Sublimited LC/SKBDN baru sebesar Rp40 miliar, di atas KMK-Eksisting sebesar Rp20 miliar. Total fasilitas yang didukung oleh penjaminan aset ini mencapai Rp80 miliar.
Sebagai jaminan tambahan atas fasilitas kredit tersebut, ELPI Offshore entitas anak Perseroan menyediakan aset tetap berupa 1 (satu) unit Kapal Anggrek 601, yang terdaftar atas nama PT Ekalya Purnamasari Offshore. Meskipun EMB dan Orela adalah entitas dengan Manajemen Kunci yang sama (dan telah diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Audited Perseroan) , Perseroan menegaskan bahwa penjaminan aset ini tidak menimbulkan dampak yang mengganggu kinerja keuangan, operasional, maupun kelangsungan usaha ELPI.
Aksi penjaminan aset ini memiliki orientasi strategis ke depan. Kredit yang diterima oleh EMB dan Orela bertujuan untuk membiayai pembangunan kapal yang telah direncanakan, sejalan dengan peluang untuk memperoleh kontrak potensial baru dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) bagi ELPI Offshore maupun Perseroan. Penambahan fasilitas modal kerja ini juga memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi Grup Perseroan, mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan risiko operasional yang lebih efektif