Bangkit dari Rugi, Phapros (PEHA) Cetak Laba Rp27 Miliar di 2025
Jakarta, Investrade.app – Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) berhasil mencatatkan pembalikan kinerja (turnaround) pada tahun buku 2025. Setelah sempat merugi di tahun sebelumnya, perseroan kini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp27,44 miliar.
Capaian tersebut melonjak 109% secara tahunan (year-on-year/yoy), berbalik dari posisi rugi Rp290,63 miliar pada 2024. Kinerja positif ini menandai keberhasilan strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Penjualan Tumbuh Double Digit
Perbaikan kinerja Phapros (PEHA) tidak lepas dari pertumbuhan penjualan yang solid. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp940,88 miliar atau naik 26,34% yoy.
Plt. Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsistensi transformasi yang dilakukan di seluruh lini bisnis.
“Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan di semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Neraca Lebih Sehat, Kas Menguat
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp959,70 miliar atau turun 7,45% yoy dari sebelumnya Rp1,04 triliun.
Di saat yang sama, ekuitas meningkat 8,74% menjadi Rp427,47 miliar. Posisi kas pun semakin kuat, didukung arus kas operasi positif sebesar Rp123,76 miliar.
Saldo kas akhir tahun tercatat Rp120,98 miliar, meningkat 31,49% dibandingkan periode sebelumnya. Ini mencerminkan likuiditas perusahaan yang semakin terjaga.
Efisiensi dan Inovasi Jadi Kunci
Manajemen juga terus mendorong efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari penurunan rasio biaya pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan.
Manajemen juga terus mendorong efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari penurunan rasio biaya pokok penjualan (COGS) terhadap penjualan menjadi 47,65%, jauh lebih rendah dibandingkan 63,65% pada tahun sebelumnya.
Selain itu, biaya pemasaran dan distribusi berhasil ditekan hingga 27,8% yoy, memperkuat margin keuntungan perusahaan.
Tak hanya efisiensi, inovasi produk juga menjadi motor pertumbuhan baru bagi Phapros. Strategi ini dinilai mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di industri farmasi yang semakin kompetitif.
Optimistis Lanjutkan Tren Positif
Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat, manajemen optimistis kinerja perusahaan akan terus membaik ke depan.
“Kami optimistis kinerja 2025 menjadi pijakan kuat untuk memperkuat profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ida.
Kembalinya Phapros (PEHA) ke jalur laba menjadi sinyal positif bagi investor. Kombinasi pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya, serta inovasi produk menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.