Apa Itu Makroekonomi? Kenapa Investor Harus Belajar Hal Ini?
Jakarta, Investrade.app - Investasi saham erat kaitannya dengan makroekonomi. Terutama kaitannya dengan ekonomi suatu negara dan dunia.
Dalam menganalisa fundamental, diperlukan analisa makro ekonomi untuk melihat apakah kondisi ekonomi mampu mendukung bisnis perusahaan tersebut dalam jangka panjang.
Selain itu dalam jangka pendek, seringkali proyeksi data makroekonomi menjadi penggerak harga saham seperti pada tanggal 31 Agustus 2020 IHSG turun 2% setelah Indonesia diprediksi akan deflasi 0.1% pada bulan Agustus 2020.
Apa itu makroekonomi?
Makroekonomi adalah ilmu yang mempelajari ekonomi secara keseluruhan dalam skala yang luas. Makroekonomi mencakup analisa mengenai pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan siklus bisnis dalam jangka pendek. Ilmu mengenai makroekonomi terus berkembang.
Makro ekonomi sangat mempengaruhi harga saham dari “Great Deppression” yang terjadi di Amerika. Euforia akan perkembangan teknologi yang berkembang sangat pesat menciptakan spekulan di pasar saham yang menciptakan reli harga saham yang luar biasa.
Namun kebijakan menahan kredit dengan menaikan suku bunga menjadi awal kejatuhan pasar saham Selain itu krisis yang terjadi di dunia juga semakin menekan ekonomi Amerika. Bahkan Dow Jones berada di bawah 50. Yang berarti sudah turun 600% lebih sejak harga tertingginya di 381.
Suku bunga yang naik menyebabkan para investor menarik dananya dari pasar saham dan memilih menyimpang cash. Dengan pembelian saham dengan kredit dan harga saham yang terus turun, membuat para investor bankrut karena tidak mampu membayar kreditnya. Inilah juga yang mendorong bank bermasalah dalam likuiditasnya. Pada akhirnya harga saham pun anjlok tak karuan.
Begitu juga di Indonesia, saat ekonomi melambat seperti kala pandemi Covid-19, pasar saham pun kena hantam hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan babak belur. Saat itu dalam hitungan menit setelah Indonesia resmi memasang status pandemi Covid, indeks utama pasar saham Indonesia tersebut jatuh 5%.
Mengetahui Makroekonomi dapat membuat intuisi investasi semakin peka terhadap trend yang sedang berkembang sehingga dapat mempertajam analisis saham.
Saat belajar Makroekonomi, Anda akan familiar dengan kata-kata inflasi, pertumbuhan ekonomi, deflasi, uang beredar, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan lainnya.
Semuanya akan dibahas dan diulas secara lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti di Investrade.app