GIAA โ Garuda Indonesia
Fuel surcharge boleh naik lagi sampai 40% dari tarif batas atas karena avtur naik 6,5%.
Intinya: GIAA punya ruang buat naikin harga tiket, tapi belum tentu tarif maksimal dipakai. Positif, tapi belum pasti.
TLKM โ Telkom
Capex 2026 dipatok 17โ19% revenue, lebih rendah dari sebelumnya. Bisnis data center juga sudah masuk tahap binding offer, kemungkinan mayoritas saham dilepas dan ditargetkan selesai akhir 2026.
Intinya: potensi dapat dana + capex lebih hemat. Positif, tapi masih tunggu deal.
ELSA โ Elnusa
Dapat order seismik baru 150 kmยฒ dari perusahaan non-Pertamina. Selain itu, hasil uji sumur Semberah jauh di atas target: gas 255% dan minyak 232% dari target.
Intinya: order makin luas dan kemampuan ELSA makin kebukti. Positif, tapi nilai kontraknya belum jelas.
EURO โ Estee Gold Feet
Mau rights issue maksimal 2 miliar saham baru. Kalau nggak ikut, pemegang saham lama bisa kena dilusi sampai 43,97%. Kas juga tinggal Rp1,76 M.
Intinya: butuh dana dan berpotensi bikin saham lama terdilusi besar. Waspada.
SMGR โ Semen Indonesia
Laba 1H26 meledak 471% jadi Rp228 M. Tapi market share malah turun sedikit ke 46,2%. Biaya angkut dan promosi juga naik tinggi.
Intinya: laba lagi bagus, dibantu efisiensi bunga/utang, tapi pangsa pasar masih jadi PR. Positif.
AMMN โ Amman Mineral
Harga tembaga lagi rekor, jadi sentimen AMMN ikut positif. Tapi ekspor konsentrat berhenti sejak izin habis April, sementara smelter baru belum full kapasitas.
Intinya: harga tembaga jadi booster, tapi produksi/ekspor masih jadi ganjalan. Positif utama, tapi belum pasti.
ERAA โ Erajaya
Harga iPhone naik sekitar US$100 untuk lini baru. iPhone 18 dan Duo masih nunggu sertifikasi TKDN sebelum bisa dijual di Indonesia.
Intinya: harga jual naik bisa bantu revenue, tapi efek ke laba belum jelas. Positif, tapi tunggu harga Indonesia.
ARKO โ Arkora Hydro
Dapat kontrak Rp287,98 M untuk proyek PLTA Pongbembe 20 MW. Tapi ini kontrak antar-anak usaha, jadi bukan order baru untuk grup secara keseluruhan.
Intinya: proyek besar dan punya PPA 30 tahun, tapi jangan salah anggap sebagai tambahan revenue grup. Positif, tapi belum pasti.
TLKM / ISAT / EXCL โ Operator Seluler
Biaya perpanjangan masa aktif dilarang berdasarkan aturan baru. Ini bisa mengganggu model bisnis yang mengandalkan beli ulang kuota/masa aktif.
Intinya: berpotensi neken revenue operator. Waspada.
WIKA โ Wijaya Karya
WIKA nggak mampu bayar pokok obligasi Rp288,5 M yang jatuh tempo 8 September. Operasional memang mulai membaik, tapi beban bunga masih lebih besar dari laba usaha.
Intinya: kondisi keuangan masih berat banget dan risiko kelangsungan usaha tinggi. High caution.
BBTN โ Bank Tabungan Negara
BBTN mau naikin porsi kredit non-perumahan dari 20,4% jadi 30% pada 2030. Laba 1H26 naik 40,8% jadi Rp2,4 T.
Intinya: lagi diversifikasi bisnis biar nggak terlalu bergantung KPR. Laba bagus, tapi efek ke margin ke depannya belum jelas. Positif, tapi belum pasti.
MEDC / ENRG โ Minyak
Harga Brent sudah US$108,95, naik 20,4% dari akhir Agustus. Produksi Saudi juga turun ke level terendah sejak 1990.
Intinya: harga minyak tinggi = potensi cuan lebih gede buat produsen minyak seperti MEDC & ENRG. Tapi tergantung berapa lama harga tinggi bertahan. Positif.
ADRO / PTBA / ITMG โ Batu Bara
IEA memproyeksikan permintaan batu bara 2026 mencapai rekor 8,94 miliar ton. Supply Indonesia terbatas karena kuota produksi sekitar 600 juta ton.
Intinya: supply ketat + demand naik bisa nahan harga batu bara tetap kuat. Tapi efek ke masing-masing emiten tergantung kuota produksi dan jenis kalorinya. Positif, tapi belum pasti.