TP Rachmat Kurangi Kepemilikan Saham ESSA, Jual 8,95 Juta Lembar

Kabar Emiten
TP Rachmat Kurangi Kepemilikan Saham ESSA, Jual 8,95 Juta Lembar

Jakarta, Investrade.app - Salah satu investor kawakan Indonesia, TP Rachmat, tercatat melakukan pengurangan kepemilikan saham pada PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA). Aksi tersebut dilakukan dengan menjual sebanyak 8.957.900 lembar saham, atau sekitar 8,95 juta saham, pada 5 Maret 2026.

Transaksi penjualan saham perusahaan yang bergerak di sektor energi dan kimia, melalui bisnis kilang LPG serta pabrik amoniak yang dikenal terkait dengan Boy Thohir, dilaksanakan melalui dua perusahaan sekuritas. Kedua broker yang memfasilitasi transaksi tersebut adalah Bahana Sekuritas dan OCBC Sekuritas Indonesia.

Setelah penjualan tersebut rampung, kepemilikan saham ESSA oleh TP Rachmat kini tersisa sekitar 1,22 miliar lembar saham, yang setara dengan 7,11 persen dari total saham perseroan. Jumlah ini mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai 1,23 miliar saham atau sekitar 7,16 persen. Dengan demikian, kepemilikannya terdilusi sekitar 0,05 persen.

Detail harga transaksi sebenarnya tidak dijelaskan secara rinci. Namun, jika merujuk pada harga penutupan saham ESSA pada 5 Maret 2026 yang berada di level Rp785 per saham, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7,03 miliar.


Kinerja Keuangan ESSA Tahun 2025

Dari sisi kinerja, ESSA mencatat laba bersih sebesar USD40 juta sepanjang 2025, mengalami penurunan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD45 juta pada 2024. Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh realisasi harga jual produk yang lebih rendah selama periode tersebut.

Meskipun demikian, perseroan mampu menahan tekanan terhadap laba berkat penurunan beban keuangan. Hal ini terjadi setelah perusahaan melakukan pelunasan pinjaman lebih awal, sehingga biaya bunga dapat ditekan dan membantu menjaga profitabilitas.

Pada periode yang sama, ESSA membukukan pendapatan sebesar USD295 juta, sedikit turun sekitar 2 persen dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai USD301 juta. Penurunan pendapatan ini terjadi meskipun perusahaan menghadapi pelemahan harga komoditas utama.

Sepanjang tahun tersebut, harga LPG turun sekitar 8 persen, sementara harga amoniak terkoreksi sekitar 3,5 persen. Meski demikian, penurunan harga tersebut sebagian berhasil diimbangi oleh peningkatan volume pengiriman amoniak yang naik sekitar 3 persen, sehingga pendapatan perusahaan tetap relatif terjaga.


Operasional Tetap Kuat

Presiden Direktur dan CEO ESSA, Kanishk Laroya, menjelaskan bahwa kinerja operasional perusahaan tetap kuat berkat tingkat operasi yang optimal serta keandalan fasilitas produksi.

Menurutnya, stabilitas operasional menjadi faktor penting yang memungkinkan perusahaan mengimbangi sebagian besar dampak penurunan harga komoditas terhadap pendapatan.

Fasilitas kilang LPG milik perseroan bahkan mencatatkan lebih dari 6,5 tahun operasi tanpa gangguan (zero plant trip). Sementara itu, pabrik amoniak perusahaan juga mencapai 9,4 juta jam kerja aman, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja dan keandalan operasional.


Rencana Turnaround Pabrik Amoniak

Pada kuartal II 2026, ESSA berencana melakukan turnaround terjadwal pada pabrik amoniaknya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemeliharaan untuk memastikan keselamatan, keandalan, efisiensi, serta keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.

Kegiatan turnaround tersebut biasanya melibatkan penghentian sementara operasi pabrik untuk inspeksi, perawatan, serta peningkatan fasilitas produksi agar tetap bekerja secara optimal.


Posisi Keuangan Semakin Kuat

Selain menjaga stabilitas operasional, ESSA juga memperkuat kondisi keuangannya melalui pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan menurunkan beban bunga secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas neraca keuangan.

Menurut Kanishk Laroya, pada tahun 2025 perusahaan berhasil mencapai posisi tanpa utang (debt-free). Pada saat yang sama, ESSA mencatat posisi kas bersih sebesar USD126 juta.

Laroya menegaskan bahwa kondisi keuangan yang kuat ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memanfaatkan neraca keuangan dalam mendukung berbagai peluang pertumbuhan di masa depan.

“Pada 2025, kami berhasil mencapai posisi debt-free dengan kas bersih USD126 juta, sehingga ESSA berada dalam posisi yang kuat untuk memanfaatkan peluang ekspansi berikutnya,” ujar Laroya.