Telkom Dorong Value Unlocking, Analis Tetapkan Target Harga Baru TLKM
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kembali menjadi sorotan pasar berkat strategi value unlocking yang dinilai mampu membuka potensi valuasi besar bagi perseroan. Program tersebut mencakup pemisahan (spin off) aset jaringan serat optik senilai Rp35,8 triliun, serta peluang optimalisasi nilai yang lebih besar melalui segmen fixed access (FA), yang diperkirakan mencapai Rp100–150 triliun.
Analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus, menilai proses value unlocking ini menjadi katalis kuat bagi kinerja TLKM dalam jangka menengah. Ia menjelaskan bahwa proses eksekusi akan berjalan dalam dua tahap hingga Juli 2026, dengan kemungkinan masuknya mitra strategis pada paruh kedua 2026. Kehadiran mitra tersebut diperkirakan dapat memperkuat posisi Telkom dalam pengembangan infrastruktur digital dan mendorong percepatan monetisasi aset.
Selain fokus pada aset fiber, Telkom juga mencatat kinerja solid dari bisnis data center dan layanan cloud. Utilisasi fasilitas NeutraDC tercatat mencapai 89% dari total kapasitas 44 MW dan 2.451 rak. Permintaan yang terus meningkat, terutama dari penggunaan teknologi artificial intelligence (AI), mendorong Telkom memperluas hyperscale data center di Batam dan Cikarang sebagai langkah antisipasi kebutuhan pasar.
Dengan kombinasi strategi struktural dan ekspansi bisnis tersebut, prospek TLKM dinilai semakin menarik. Para analis meyakini bahwa keberhasilan value unlocking akan membuka ruang pertumbuhan baru bagi emiten telekomunikasi pelat merah ini, sekaligus memperkuat fundamentalnya di tengah persaingan layanan digital yang kian ketat.