PTPP Update Merger BUMN Karya, Target Rampung 2026 dan Fokus Bisnis Konstruksi

Kabar Emiten
PTPP Update Merger BUMN Karya, Target Rampung 2026 dan Fokus Bisnis Konstruksi

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyampaikan bahwa rencana penggabungan (merger) BUMN karya masih terus berjalan dan ditargetkan rampung pada 2026. Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan, proses merger dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif antar-BUMN karya, pemegang saham, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), serta konsultan terkait. Mengingat kompleksitas tahapan internal dan eksternal, termasuk kajian risiko, pasar, dan aspek legal, perseroan memastikan proses ini dijalankan secara hati-hati dan terukur.

Dalam rencana tersebut, PTPP diproyeksikan bergabung dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Novel menuturkan kesiapan PTPP dalam aksi korporasi ini baru mencapai sekitar 40–50%, sejalan dengan kewajiban sebagai perusahaan terbuka yang harus memenuhi berbagai ketentuan regulator, termasuk pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, manajemen menegaskan progres merger masih sesuai jalur dan terus dimatangkan.

Seiring arahan pemegang saham Danantara, PTPP akan memfokuskan strategi bisnis pada sektor konstruksi sebagai core business, mencakup proyek building, infrastruktur, dan IPC. Prospek bisnis dinilai tetap solid, dengan portofolio proyek yang berasal dari BUMN, APBN, hingga sektor swasta, termasuk proyek luar negeri seperti pembangunan jalur kereta api di Filipina yang berdurasi jangka panjang.

Untuk 2026, PTPP menargetkan pendapatan sebesar Rp16 triliun dengan perolehan kontrak baru mencapai Rp23,5 triliun. Hingga akhir tahun ini, realisasi kontrak baru diperkirakan mencapai sekitar 92% dari target. Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025 hanya membahas perubahan anggaran dasar dan pengesahan RKAP 2026, tanpa agenda pergantian manajemen.