Lapisan Makro BI jadi titik engsel kenaikan IHSG Pemicu utama pembalikan arah
Lapisan Makro : BI jadi titik engsel kenaikan IHSG
Pemicu utama pembalikan arah adalah kejutan kebijakan moneter,Bank Indonesia secara mendadak menggelar RDG mingguan pada selasa (9/6) di luar jadwal RDG bulanan yang baru akan berlangsung pertengahan juni dan menaikkan BI-rate 25 bps menjadi 5.50%. disertai juga dengan kenaikan suku bunga deposit facility naik ke 4.50% dan lending facility ke 6.25%, tujuan dari kebijakan BI ini untuk memperkuat stabilisasi rupiah dan meningkatkan imbal hasil agar menarik kembali aliran masuk investasi asing.terbukti nilai tukar rupiah kita menguat ke level 17.916
Catan resiko global yang baru : tekanan turut dipicu meningkatnya gejolak global akibat konflik di timur tengah - faktor geopolitik kini menjadi variabel ayun, Di domestik ada juga tekanan inflasi sisi suplai, pertamina menaikkan harga pertamax RON 92 daro Rp.12.300 menjadi Rp 16.250 perliter mulai 10 juni,walau karena ini BBM nonsubsidi dampak inflasinya tidak seluas BBM subsidi.
-Pembalikan ini memvalidasi tesis pekan lalu,dimana koreksi sebelumnya karena krisis kepercayaan,bukan krisis laba, saat valuasi jatuh ke level sangat murah sementara laba emiten teteap tumbuh kuat memicu investor domestik masuk memburu diskon. Kenaikan BI-rate memang memicu biaya pendanaan dan menekan valuasi secara teoritis,namun kenaikannya kali ini untuk memulihkan hal yang lebih fundamental yauti stabilitas nilai tukar rupiah dan kredibilitas kebijakan.
RIngkasan aliran asing sepekan
-Analisa Tekhnikal
Kendati mengalami kenaikan di minggu lalu namun pergerakannya kedepan masih mendapati beberapa ujian di mana kalau kita tarik garis trendline masih kepentok oleh resisten garis downtrend channel sebelumnya dan harga tepat berada di area exponansial moving average 13 dimana secara psikologis market akan koreksi sementara dan koreksi ini tidak lebih dari 5.860,kenaikan ini juga besar peluang tertahan dikarena banyak investor akan melakukan trading pendek mengingat di hari selasa ada libur nasional,
Namun secara garis besar pergerakan indeks sudah menemukan momentumnya untuk terus bergerak di atas area 6.000
Kondisi ini membuat investor lebih melepas saham saham dengan capitalisasi besar dan mulai trading jangka pendek pada saham saham lapis kedua dan ketiga.
-Disclamair on - Merupakan artikel edukasi tambahan bukan merupakan ajakan jual beli,keputusan ada di tangan masing masing investor.