Kinerja BKSL 2025 Meledak, Laba Bersih Melonjak Ribuan Persen Seiring Lonjakan Pendapatan

Kabar Emiten
Kinerja BKSL 2025 Meledak, Laba Bersih Melonjak Ribuan Persen Seiring Lonjakan Pendapatan

Jakarta, Investrade.app - PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatatkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti ini berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih secara ekstrem, didorong oleh ekspansi pendapatan yang agresif di berbagai lini bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan full-year 2025 yang dirilis pada 31 Maret 2026, BKSL membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp830,29 miliar. Angka ini melonjak tajam hingga 4.686% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp17,35 miliar pada tahun 2024.


Pendapatan BKSL Melonjak, Laba Ikut Terdongkrak

Kinerja impresif BKSL tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp2,76 triliun, meningkat sekitar 271,02% yoy dari Rp744,07 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bruto juga mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp1,57 triliun, naik 323,62% dibandingkan Rp370,65 miliar pada 2024.

Dari sisi operasional, BKSL mencatat laba usaha sebesar Rp1,05 triliun, melesat hingga 4.312% yoy dari Rp23,79 miliar. Ini menunjukkan efisiensi dan peningkatan skala bisnis yang sangat kuat.


Rincian Beban dan Laba BKSL

Di tengah peningkatan pendapatan, BKSL tetap mencatat sejumlah beban operasional, antara lain:

  1. Beban penjualan sebesar Rp75,34 miliar
  2. Beban umum dan administrasi Rp225,47 miliar
  3. Beban operasional lainnya Rp196,38 miliar

Namun, perseroan juga memperoleh tambahan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp41,11 miliar yang turut menopang kinerja.

Laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp842,65 miliar, melonjak sekitar 4.524% yoy dari Rp18,22 miliar. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp9,79 miliar, laba neto tahun berjalan mencapai Rp832,86 miliar, naik sekitar 5.878% dibandingkan Rp13,93 miliar pada 2024.


Kondisi Neraca BKSL

Dari sisi neraca, total aset BKSL hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp21,26 triliun, sedikit menurun sekitar 2,83% dibandingkan Rp21,88 triliun pada tahun sebelumnya.

Liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp5,26 triliun dari Rp6,03 triliun atau turun sekitar 12,77% yoy. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp15,99 triliun, dibandingkan Rp21,18 triliun pada periode sebelumnya.

Penurunan liabilitas ini mencerminkan perbaikan struktur keuangan meskipun terjadi perubahan pada sisi ekuitas.


Saham BKSL Menguat di Pasar

Seiring dengan rilis laporan keuangan yang sangat positif, saham BKSL langsung mendapat respons dari pasar. Pada perdagangan 31 Maret 2026, harga saham BKSL melonjak 9,71% atau naik 10 poin ke level Rp112 per saham.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja BKSL ke depan, terutama setelah mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan yang sangat signifikan di tahun 2025.


Prospek BKSL

Dengan lonjakan laba dan pendapatan yang impresif, BKSL menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat. Jika tren ini dapat dipertahankan, perseroan berpotensi terus meningkatkan kinerja di tengah pemulihan sektor properti dan meningkatnya permintaan pasar.

Kinerja BKSL tahun 2025 menjadi salah satu yang paling menonjol di industri, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk mencermati pergerakan saham ini ke depan.