Kinerja BJTM 2025 Solid, Laba Bank Jatim Tumbuh 20,65% di Tengah Persaingan Ketat

Kabar Emiten
Kinerja BJTM 2025 Solid, Laba Bank Jatim Tumbuh 20,65% di Tengah Persaingan Ketat

Jakarta, Investrade.app - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BJTM mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau tumbuh 20,65% secara tahunan (year on year/YoY).


Strategi BJTM Dorong Pertumbuhan Laba

Direktur Utama BJTM, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba ini didorong oleh berbagai strategi yang dijalankan secara konsisten. Salah satunya adalah menjaga keseimbangan dalam pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dengan meningkatkan porsi dana murah.

Selain itu, BJTM juga memperkuat struktur pendanaan melalui penerbitan obligasi. Dari sisi penyaluran kredit, perseroan menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan fokus pada sektor-sektor yang prospektif, sekaligus memperluas penetrasi kredit konsumer.


Fokus Efisiensi dan Digitalisasi

Untuk meningkatkan kinerja, BJTM juga menitikberatkan pada efisiensi operasional serta optimalisasi transaksi digital. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan non-bunga (fee based income).

Transformasi perusahaan terus dilanjutkan melalui lima pilar utama, termasuk penguatan tata kelola, pengembangan ekosistem bisnis, hingga akselerasi digitalisasi. Strategi ini menjadi bagian dari upaya BJTM untuk mencapai visi sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia.


Pertumbuhan Aset dan Kredit BJTM

Dari sisi kinerja keuangan, total aset BJTM (bank only) mencapai Rp105,8 triliun pada 2025, tumbuh 3,70% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp67,2 triliun atau naik 4,98% secara tahunan.

Komposisi kredit BJTM terdiri dari:

  1. Kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun, tumbuh 6,20% YoY
  2. Kredit produktif sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 3,55% YoY

Pertumbuhan ini menunjukkan keseimbangan portofolio kredit antara segmen konsumtif dan produktif.


Dana Murah dan Nasabah Meningkat

Dari sisi pendanaan, strategi BJTM dalam meningkatkan dana murah mulai menunjukkan hasil positif. Dana giro tercatat sebesar Rp21,4 triliun atau tumbuh 12,5% YoY.

Selain itu, jumlah nasabah dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan sebesar 5,64% menjadi 10,9 juta nasabah. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan BJTM.


Prospek BJTM ke Depan

Dengan kinerja yang solid di tahun 2025, BJTM menunjukkan fundamental yang kuat untuk terus bertumbuh. Kombinasi strategi pengelolaan dana, ekspansi kredit yang selektif, serta digitalisasi menjadi kunci dalam menjaga kinerja di tengah kompetisi industri perbankan.

Ke depan, BJTM diperkirakan akan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu bank daerah terkemuka di Indonesia dengan fokus pada inovasi dan peningkatan layanan kepada nasabah.