Garuda Indonesia Tambah Modal Rp30,5 Triliun untuk Perkuat Struktur Keuangan dan Dukung Operasional
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi mengumumkan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan total nilai mencapai USD 1,84 miliar atau setara Rp30,5 triliun. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi keuangan yang telah disetujui oleh Kementerian BUMN dan Presiden RI, sebagai kelanjutan dari proses penyehatan keuangan perseroan pascarestrukturisasi 2022. Melalui aksi ini, Garuda menargetkan penguatan ekuitas, peningkatan likuiditas, serta memperbaiki rasio keuangan agar kembali positif.
Dana hasil penambahan modal akan digunakan untuk empat prioritas utama: pembiayaan modal kerja dan operasional Garuda Indonesia serta Citilink, ekspansi armada penerbangan, dan pelunasan utang pembelian bahan bakar kepada Pertamina. Dari total dana tersebut, sekitar 37% dialokasikan untuk memperkuat Citilink, sementara 29% akan mendukung kegiatan operasional Garuda secara langsung. Rencana ini diharapkan dapat memperbaiki posisi keuangan konsolidasi dan memberikan ruang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi kedua maskapai.
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan PMTHMETD tidak akan mengubah struktur pengendalian perusahaan. Penambahan modal ini juga menunjukkan komitmen jangka panjang dari Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang saham utama, dalam memastikan keberlangsungan operasional dan mendukung transformasi Garuda menuju perusahaan penerbangan nasional yang lebih tangguh. Dengan tambahan modal ini, Garuda menargetkan peningkatan ekuitas menjadi positif dan memperkuat posisi sebagai tulang punggung konektivitas udara Indonesia.