BUMI Siapkan Akuisisi Tambang Mineral Baru dalam 6–12 Bulan

Kabar Emiten
BUMI Siapkan Akuisisi Tambang Mineral Baru dalam 6–12 Bulan

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menegaskan komitmennya mempercepat diversifikasi bisnis menuju sektor logam dan mineral. Emiten energi yang selama ini identik dengan batu bara tersebut tengah mempersiapkan agenda ekspansi besar, termasuk rencana akuisisi tambang mineral baru yang ditargetkan diumumkan dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Direktur BUMI, Christopher Fong, menyampaikan bahwa strategi transformasi ini akan menggeser fokus perseroan dari ekspansi batu bara thermal menuju portofolio yang lebih seimbang antara komoditas batu bara dan non-batu bara.

Dalam paparan publik, Fong menjelaskan bahwa BUMI menargetkan keseimbangan komposisi aset dan pendapatan 50:50 pada 2031. Salah satu langkah konkret yang sedang diproses adalah akuisisi tambang Wolfram di Queensland, Australia, yang menghasilkan komoditas tembaga dan emas. Direktur BUMI lainnya, Rio Supin, menambahkan bahwa perseroan juga melihat peluang besar di sektor aluminium dan alumina. Untuk itu, BUMI telah memulai tahapan akuisisi terhadap PT Laman Mining di Kalimantan Barat, setelah sebelumnya menandatangani term sheet dengan PT Supreme Global Investment (SGI) terkait pembelian hingga 45% saham perusahaan tersebut.

Selain itu, BUMI juga sedang merampungkan akuisisi atas Jubilee Metal Limited (JML) di Australia, perusahaan tambang emas yang sudah dalam tahap produksi. Hingga akhir September 2025, BUMI telah menguasai 41,36% saham JML melalui skema konversi utang dan penerbitan saham tambahan. Rio menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan operasional JML dapat berjalan optimal, sebelum mempertimbangkan peningkatan kepemilikan di kemudian hari.

Rangkaian aksi korporasi ini memperlihatkan arah strategis BUMI yang semakin tegas dalam memperluas basis pendapatan di luar batu bara. Dengan pipeline yang solid dan rencana akuisisi yang terukur, BUMI berharap dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan energi dan mineral terintegrasi dalam jangka panjang.