Bangkit! Kinerja Keuangan BRNA Mengalami Perbaikan Signifikan
Investrade.app - Kinerja keuangan PT Berlina Tbk (BRNA) sepanjang tahun 2025 menunjukkan perbaikan signifikan. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp12,56 miliar, berbalik tajam dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan rugi Rp20,61 miliar. Dengan capaian ini, laba per saham dasar ikut meningkat menjadi Rp13 dari sebelumnya minus Rp21.
Dari sisi pendapatan, penjualan bersih tercatat sebesar Rp1,04 triliun atau tumbuh tipis 0,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,03 triliun. Meski pertumbuhan relatif terbatas, efisiensi pada beban pokok penjualan menjadi faktor utama peningkatan profitabilitas. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp847,94 miliar dari sebelumnya Rp906,77 miliar.
Penurunan beban tersebut mendorong laba kotor melonjak menjadi Rp188,15 miliar, naik 53,28 persen dibandingkan Rp122,75 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, beban penjualan meningkat menjadi Rp43,65 miliar dari Rp34,31 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi justru berhasil ditekan menjadi Rp42,41 miliar dari sebelumnya Rp54,98 miliar.
Pendapatan lain-lain tercatat sebesar Rp3,18 miliar, mengalami penurunan dari Rp6,5 miliar. Di sisi yang sama, beban lain-lain juga menurun menjadi Rp12,12 miliar dari Rp19,48 miliar. Secara keseluruhan, laba usaha meningkat signifikan menjadi Rp93,14 miliar dibandingkan Rp20,48 miliar pada periode sebelumnya.
Dari aspek keuangan, pendapatan keuangan menurun menjadi Rp193,03 juta dari Rp561,93 juta. Sebaliknya, beban keuangan meningkat menjadi Rp91,44 miliar dari Rp80,29 miliar. Meski demikian, beban pajak penghasilan berhasil ditekan cukup besar menjadi Rp12,95 miliar dari sebelumnya Rp46,23 miliar.
Dengan berbagai dinamika tersebut, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp14,84 miliar, berbalik dari kerugian Rp13,01 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada sisi neraca, total ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp1,01 triliun dari Rp986,67 miliar. Defisit juga berhasil ditekan menjadi Rp302,79 miliar dari Rp433,68 miliar. Sementara itu, total liabilitas mengalami kenaikan menjadi Rp1,23 triliun dari Rp1,19 triliun. Total aset perusahaan turut meningkat menjadi Rp2,24 triliun dibandingkan Rp2,18 triliun pada akhir 2024.
Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperbaiki efisiensi operasional dan mengembalikan profitabilitas meskipun pertumbuhan pendapatan relatif ter
batas.